SMA Santa Angela Bandung membangun komunitas pembelajaran yang menjunjung nilai Serviam dengan pendekatan humanis, mengembangkan keunggulan dalam pemanfaatan sains dan teknologi, serta memiliki wawasan global untuk menghadapi tantangan masa depan.
Profil SMA Santa AngelaMelalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai SERVIAM, peserta didik dibentuk menjadi pribadi yang humanis, berintegritas, tangguh, dan peduli terhadap sesama. Nilai Cinta dan Belas Kasih, Integritas, Keberanian dan Ketangguhan, Persatuan, Totalitas, serta Pelayanan menjadi fondasi dalam mengembangkan kepemimpinan yang berkarakter dan bertanggung jawab bagi masyarakat, bangsa, dan dunia..
SMA Santa Angela mengembangkan budaya belajar yang mendorong peserta didik berpikir kritis, reflektif, dan kreatif melalui pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning). Pemanfaatan sains dan teknologi dilakukan secara etis dan bertanggung jawab untuk mendukung inovasi, pemecahan masalah, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan yang terus berkembang.
Peserta didik dipersiapkan menjadi warga dunia yang terbuka terhadap keberagaman, mampu berkolaborasi lintas budaya, serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu global. Berlandaskan nilai Kristiani dan budaya bangsa, mereka dibimbing untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat global tanpa kehilangan jati diri dan karakter luhur yang dimiliki.
Saat ini belum tersedia artikel berita terbaru. Silakan kunjungi kembali beberapa saat lagi.
Artikel berita pembelajaran dan kegiatan yang telah berlangsung di Satuan Pendidikan
SMA Santa Angela Bandung.
Karakter Serviam, Peserta didik dibentuk menjadi pribadi yang humanis, berintegritas, dan peduli terhadap sesama melalui penghayatan nilai-nilai SERVIAM: Cinta dan Belas Kasih, Integritas, Keberanian dan Ketangguhan, Persatuan, Totalitas, serta Pelayanan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam membangun karakter dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Deep Learning, pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif melalui pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna. Peserta didik didorong untuk memahami konsep secara utuh, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta menghasilkan solusi yang relevan bagi berbagai tantangan masa kini.
Sains dan Teknologi, Sains dan teknologi dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir ilmiah, dan inovasi. Peserta didik dibimbing untuk menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab dalam mendukung pembelajaran, penelitian, serta pengembangan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Wawasan Global, peserta didik dipersiapkan menjadi warga dunia yang terbuka terhadap keberagaman, mampu berkolaborasi lintas budaya, serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu global. Dengan tetap berakar pada nilai Kristiani dan budaya bangsa, mereka siap berkontribusi dalam masyarakat global yang terus berkembang.
Kepemimpinan Humanis, setiap peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan memimpin yang dilandasi empati, integritas, dan semangat pelayanan. Melalui berbagai pengalaman organisasi, kegiatan sosial, dan pembelajaran kolaboratif, peserta didik belajar menjadi pemimpin yang mampu menginspirasi dan membawa perubahan positif.
Pembelajaran Berbasis Proyek, melalui pembelajaran berbasis proyek, peserta didik mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menyelesaikan permasalahan nyata. Proses ini mendorong kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan berpikir strategis yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Tahun 1906 menjadi tahun rahmat istimewa. Suster Augustine Philipsen, OSU bersama lima Suster dari Noorwijk Batavia naik kereta api ke Bandung. Mereka disambut oleh Pastor Timmers dengan dua dokar menuju hotel Preanger. Dua hari kemudian, para Suster tinggal di rumah baru yang terdiri dari empat kamar, dua serambi, paviliun, dapur, kamar mandi, dan gudang.
Pada tanggal 01 Januari 1906 bertepatan dengan peresmian Bandung sebagai kota Praja, para Suster Ursulin memulai pelayanan sekolah di Bandung. Hari-hari pertama dilewati dengan macam-macam kesibukan.
Pada tanggal 01 Januari 1906 bertepatan dengan peresmian Bandung sebagai kota Praja, para Suster Ursulin memulai pelayanan sekolah di Bandung. Hari-hari pertama dilewati dengan macam-macam kesibukan ...
Lambang SERVIAM merupakan lambang yang dipakai digunakan oleh sekolah-sekolah Ursulin di dunia. SERVIAM berasal dari bahasa Latin yang berati "SAYA MENGABDI". Makna SERVIAM diambil dari keteladanan Santa Angela Merici pendiri Ordo Santa Ursula.
Warna hijau pada Logo SERVIAM melambangkan PENGAHRAPAN dan CITA-CITA luhur
Warna dasar putih bermakna kesucian dalam berfikir dan bertindak.
Tulisan SERVIAM berasal dari bahasa Latin yang bermakna : "Saya Mengabdi".
Melambangkan kemampuan untuk bertahan dan tahab sampai akhir dalam mengikuti keteladanan.
Nilai-nilai dasar pendidikan SERVIAM menjadi landasan dan pedoman dalam mendidik di SMA Santa Angela agar para peserta didik memiliki karakater menurut teladan Santa Angela
Nilai yang terwujud dalam sikap dan perilaku yang digerakkan oleh kesadaran kognitif dan afektif yang mendalam untuk membahagiakan sesama serta memelihara alam semesta dan seisinya sebagai buah refleksi iman demi memuliakan Allah.
Nilai yang terwujud dalam sikap dan perilaku yang menunjukkan adanya konsistensi antara pikiran, perkataan dan perbuatan yang bersumber dari kebenaran Kristiani.
Nilai yang terwujud dalam sikap dan perilaku .... Baca lebih lanjut
Pastoral secara umum diartikan sebagai "penggembalaan" dimana tugas penggembalaan ini meneladan Yesus sebagai gembala yang baik (Mzm 33, Yoh 10: 1 - 15). Tujuan pastoral adalah membantu agar setiap orang mengalami hidup berkelimpahan ( hidup dan berkembang sebagai manusia seutuhnya) seperti yang telah diteladankan oleh Yesus Kristus sendiri. Melihat dari pengertian pastoral secara umum tersebut, maka pastoral sekolah bisa di artikan sebagai "Upaya berpastoral di lingkup sekolah, yakni sekolah katolik." sekolah katolik diharapkan mampu menjadi "komunitas Murid-Murid Yesus" yang berdasarkan seluruh gerak dan hidup pada pribadi Yesus sebagai utama.
Definisi Pastoral hasil pertemuan di Malino tahun 1981 oleh tim komisi kateketik KWI adalah "segala kegiatan yang ditujukan untuk pengembangan, peningkatan, pembinaan hidup beriman umat katolik di sekolah." Di dalam definisi tersebut sekurang kurang ditemukan 4 unsur penting yaitu :... Baca lebih lanjut
Kami adalah kusuma bangsa
Segar bugar muda pun belia, Bersatu padu serentak maju
Kearah luhur kami menuju, Kami sadari panggilan Tuhan
Hidup suci menjadi teladan
Refrain ...
Kami adalah harapan bangsa
Hidup subur di taman Gereja, Pada kami terlimpah kurnia
Untuk menyimpan iman sentosa, Iman laksana cahaya surya
Ke seluruh dunia kan kubawa
Refrain ...
Kami adalah pemuda bangsa
baikpun suka maupun duka
Jejak kami akan tetap pasti
Luhur, jujur pun berendah hati
Sesama penuh kami sayangi
Menurut hukum dasar Ilahi
Refrain ...
Refrain :
Kristus Pribadi yang menyinari
Maria Bunda pembimbing kami
Majulah! Peganglah semboyan
Serviam! Serviam!
Tetap teguh, SERVIAM!
Tim Karya Tim Karya SMA Santa Angela Bandung tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Tenaga Penunjang yang kompeten di bidang masing-masing sesuai keterampilan.
Geleri album foto memuat foto-foto pembelajaran dan kegiatan yang telah berlangsung
SMA Santa Angela Bandung.
Selasa, 30 Juni 2026
Pastoral sekolah adalah sebuah program sekolah yang secara khusus merancang, merencanakan, ... Lihat foto
Prestasi-prestasi peserta didik SMA Santa Angela Bandung diraih diberbagai bidang dalam kegiatan perlombaan, kompetisi maupun kegiatan yang lainnya.
Jalan Merdeka No.24
Babakan Sari, Sumur Bandung,
Kota Bandung, Jawa Barat 40117
No. Telepon : 022 - 4214714
No. WhatsApp : 0851-7302-4344
Email: sma.stangela@gmail.com
@smasantaangela
@SMASANTAANGELABANDUNG
https://santa-angela.sch.id
Tiktok : smasantaangela.bdg